Jelang MotoGP Tiongkok di Sirkuit Shanghai
Rossi Menunggu Giliran
Valentino Rossi tak kunjung menang di musim MotoGP 2008 ini. Total, dia sudah tak menginjak puncak podium sebanyak tujuh lomba berturut-turut. Untuk para penggemar, dia dan Fiat Yamaha punya pesan: Kemenangan hanya tinggal menunggu giliran.
——–
Tiga pembalap memenangi tiga lomba pertama MotoGP 2008. Casey Stoner di Qatar, Dani Pedrosa di Spanyol, dan Jorge Lorenzo di Portugal. Tapi, di semua lomba itu, Valentino Rossi selalu masuk perhitungan.
Bagi pembalap sekaliber Rossi, kemenangan memang hanya tinggal menunggu waktu. Apakah itu akan tiba di Grand Prix Tiongkok akhir pekan ini? Bisa saja. Bagaimana pun, tak pernah ada orang yang berani meremehkan The Doctor.
Sejak lomba ini kali pertama diselenggarakan pada 2005, Rossi punya rekor lumayan. Pada tahun pertama itu, dia finis pertama di bawah guyuran hujan. Pada 2006, dia memang gagal finis karena masalah ban. Tapi tahun lalu dia mampu finis kedua. Padahal, tahun lalu motor Yamaha-nya 15 km/jam lebih lambat dari Ducati di trek lurus.
Tahun ini, masalah mesin tidak akan separah itu bagi Rossi. Pada tiga lomba pertama, Yamaha telah membuktikan bahwa mesin pneumatic valve terbaru mereka punya kemampuan mumpuni. Belum sedahsyat Ducati, tapi beda top speed-nya tak akan sampai 15 km/jam.
Soal ban, Rossi juga makin meyakinkan. Di Shanghai, Rossi dapat kesempatan untuk membuktikan bahwa keputusannya pindah ke Bridgestone bukanlah keputusan asal-asalan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bridgstone cenderung mengungguli Michelin di Shanghai. Dan makin lama, paket Yamaha makin kompak dengan Bridgestone. Peluang Rossi untuk menang di Tiongkok pun menguat.
“Setelah lomba di Estoril, kami menjalani uji coba. Di sana, fokus utama kami adalah tes ban bersama Bridgestone, menyiapkan material untuk Shanghai. Kami mampu menemukan hal-hal positif. Semoga kami mampu meraih posisi start baik di Shanghai,” tutur Rossi.
Pembalap 29 tahun itu menegaskan, dia sekarang tinggal menunggu giliran menang. Dia tinggal menunggu segala faktor “klik” bersama, menghasilkan kemenangan.
Davide Brivio, direktur tim Fiat Yamaha, menyampaikan optimisme senada. Karena berbagai faktor di atas, kata Brivio, Rossi tak perlu lagi tampil “defensive” di Shanghai. “Semoga ini menjadi lomba pertama di mana kami bisa datang dan attack,” ucapnya.
Hanya saja, Brivio terus mengingatkan timnya bahwa pesaing mereka tahun ini bukan hanya kuat. Pesaing mereka jumlahnya juga lebih banyak. Bukan hanya Stoner dan Ducati. Ada Pedrosa dan Honda, plus rekan sendiri di Fiat Yamaha, Lorenzo.
“Lorenzo adalah seorang rookie, tapi apa yang dia capai sangat mengejutkan. Tiga pemenang pada tiga lomba pertama sama-sama muda, itu menunjukkan bahwa generasi baru sangatlah kuat. Ketiga orang itu adalah kompetitor kami yang paling tangguh,” papar Brivio.
Babak latihan Grand Prix Tiongkok dimulai hari ini di Sirkuit Shanghai. Dari babak itu, kita sudah akan bisa melihat bagaimana prospek Rossi -dan ketiga pesaing utamanya- menjelang lomba Minggu (4/5) lusa. Bukan hanya daftar catatan waktu yang akan menarik disimak. Daftar top speed mungkin jauh lebih menarikā¦
rodd.jawapos.2mei08
Mei 2, 2008